Selamat Beraktifitas,, Tetap Semangat,, Raih Semua Impian,, dan Jangan Pernah Lupakan Tuhanmu

Pages

.

News Pages



Popular Posts

.

Profil


Press Release JFC 9

Selasa, 27 Juli 2010


Sejak JFC diselenggarakan di kota Jember sebagai " World Fashion Carnival " telah banyak mempengaruhi dan memotivasi pertumbuhan industri kreatif maupun budaya kreatif.

JFC berupaya menggali, mengolah dan memberdayakan Sumber Daya Manusia dari sisi kreatif untuk lebih maju dan optimis menghadapi tantangan Global yang menempatkan kita pada zona kritis dimana kita dipaksa berfikir, melihat masa lalu,saat ini dan memprediksi masa yang akan datang, agar kita menjadi lebih kompetitif dan siap bersaing sacara Global.

JFC 9 dengan tema " WORLD TREASURE " akan mengungkap keberadaan fenomena alam dan peradaban budaya masa lalu, masa sekarang dan yang akan datang. Jika diolah kembali dapat menjadi kekayaan dan sumber inspirasi yang tak ternilai.

8 Agustus 2010, Jember, Jawa timur, Indonesia kembali menjelma menjadi kota karnaval dunia disepanjang catwalk 3,6 km dan didukung sekitar 600 peserta dengan kostum,make up, koreografi ,tata warna ,karakter, stage, live & ilustrasi musik dengan formasi Fashion Runway, dance dan theatrikal, menjadikan JFC satu-satunya karnaval yang terunik,fantastik,spektakuler dan amazing di dunia dengan dihadiri ratusan ribu penonton, ribuan media, photographer dan observer yang menjadi saksi lahirnya karya anak bangsa yang berhasil mewujudkan mahakarya kreatif berkelas dunia sebagai imajinasi bagian dari keajaiban dunia.

" WELCOME to JEMBER, THE WORLD CARNIVAL CITY "

DREAM SKY -Dengan berawakkan JFC Marching Band, membawa kita bermimpi dan bercita-cita seluas dan setinggi langit. Langit mengajarkan kita, ada siang dan malam, terdapat langit diatas langit, bintang diatas bintang. Dengan koreografi dan konsep Stage Performance serta tata warna yang fantastik, JFC Marching Band akan membelah lautan manusia dengan ilustrasi musik yang spektakuler sebagai opening defile.

TORAJA-Tiap tahun JFC mengangkat salah satu daerah di Indonesia. Tahun ini Sulawesi Selatan menjadi perhatian kita. Arsitektur rumah Toraja diterapkan dalam struktur rancangan kostum.. Ritual Pemakaman Toraja makin meyakinkan kita bahwa Toraja bisa menjadi inspirasi etnik dan trend fashion dunia..

BUTTERFLY -Dari kupu-kupu kita belajar makna kehidupan yang sebenarnya. Andai kita kupu-kupu, renungkan saat menjadi ulat,kepompong kemudian kupu-kupu. Tak pernah setitikpun proses metamorphosis tak berguna bagi kehidupan. Ketika menjadi ulat akan menjadi makanan burung, ketika menjadi kepompong akan menjadi selembar kain sutera dan ketika menjadi kupu-kupu berperan bagi kehidupan lingkungan disekitarnya.

THAILAND -Mengingatkan kita tentang Negara yang gemerlap dengan cahaya dan detail menakjubkan. Pagoda bertebaran dimana-mana menjulang seakan membelah angkasa, itulah keajaiban yang menjadi bagian Thailand sebagai negeri sejuta pagoda yang tidak pernah ditemukan dibelahan bumi manapun dengan the Royal Palace.

CACTUS -Tuhan sangat luar biasa dalam menciptakan segala yang tumbuh ke permukaan bumi, tangkainya tumbuh lurus menjulang, membias, membentang dan meliuk.dengan kulit penuh duri dan detail warna yang langka.

KABUKI -Sebuah pertunjukan yang diperagakan bagai boneka diam yang tak dapat bicara. Kabuki menjadikan Negara Jepang memiliki sebuah pertunjukan yang membangunkan imajinasi semua orang didunia bahwa kekayaan sebuah Negara adalah perjuangan memaknakan tradisi yang pernah diciptakan pada abad jauh sebelumnya.

MONGOL -Awalnya banyak korban berjatuhan sampai ratusan ribu nyawa, Satu persatu mereka terus berjuang dengan tombak ditangan. menyusun strategi mempertahankan kejayaannya. Kini semua adalah kenangan yang membuat mongol menjadi bagian dari sejarah dunia yang bisa memperkuat keberadaan sebuah Negara yang kaya akan peradaban.

APOCALYPSE -Belakangan menjadi pembicaraan dunia karena ramalan suku mayanya. Jika kita gali peradaban masa itu kreatifitasnya sangat menakjubkan. Terbukti dengan peninggalan yang tak masuk akal jika kita fikirkan di kondisi sekarang bahkan membuat kita terus bertanya ternyata kreatifitas telah ada ribuan tahun yang lalu, dan menempatkan kita sebagai orang yang harus mampu memprediksi jauh kedepan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

VOYAGE -Defile kesembilan akan mengajarkan sejarah kelautan yang merupakan pembuktian bahwa bumi itu bulat adalah ketika Christoper Colombus berhasil mengarungi lautan luas dalam perjalanan mengelilingi dunia. Dan kini tidak dapat dipungkiri kita telah bergantung pada technologi yang akhirnya nanti akan membawa kita pada keterbatasan sumber daya alam dan kita akan kembali pada pola lama. baik dari segi struktur, fungsi maupun kemasan.

CLOSING Defile adalah Guest Arrival Team dan seluruh Event Organizer JFC dengan koreografi" SEE YOU JFC-10 ".

JFC 9 sarat dengan pesan dan pemikiran yang kita harapkan dapat menjadi inspirasi kedepan dan kemasannya dapat dinikmati warga Dunia dan menjadikan Jember sebagai trend Fashion dunia.

Kami sangat berterima kasih untuk kerjasama rekan media & photographer dan semua pihak untuk berkarya dalam karnaval berkelas dunia. Karena karya kita tidak hanya menjadi berita atau wacana, tapi menjadi sejarah dunia.

Sampai jumpa 8 Agustus 2010, pukul 12.00-17.00 di catwalk 3,6 km
sepanjang Jalan Sudarman ( Central Park ) - Gajah Mada - Sport Hall Jember.


Jember, 1 Juli 2010



Ttd
Dynand Fariz
(Presiden JFC)




Selengkapnya kunjungi www.jemberfashioncarnaval.com
Read Post | komentar

Duluan mana Ayam atau Telor ???

Selasa, 25 Mei 2010

Duluan mana ayam atau telor…..???? wallaaaah tebakan ini sudah lama banget, JADUL. Saya gak mau komen soal ini cuma tebakan ini ada kaitannya dengan cerita seeorang yang terlalu banyak mikir.

Begini…… kalau mau buka usaha biasanya mereka (pemain baru) mikirnya itu bisa sampai sejuta kali, dipikiiiiiiiiirr terus baru habis itu di pikir lagi, gak pernah jalan-jalan.

Tanya kanan kiri mengenai bisnis yang mau dirintis kira-kira bagus nggak kedepannya, tanya ke ramalan kira-kira cocok nggak dengan shio-nya, tanya pasangannya (kalo punya) apakah bisnis ini nanti ngganggu nggak dan sejuta alasan lainnya.

Aneh….. jalan aja belum kok sudah banyak mikirnya padahal Tuhan kan sudah memberikan petunjuk kepada kita bahwa segala sesuatu di dunia ini selalu berpasangan, contoh,  ada pintar ada bodoh, ada laki ada perempuan, ada sehat ada sakit dan ada untung ada rugi.

Sudah jelaskan bahwa kalau kita nggak rugi pasti untung dan kalau kita enggak untung pasti rugi jadi biarpun dipikir sejuta kalipun tetep bisnis itu nantinya kalau nggak untung ya rugi…………. gitu aja kok repot.

Untuk memotivasi biar lebih semangat maka lebih baik kalimatnya diganti saja dengan kalimat begini, ada pintar ada sangat pintar, ada sehat ada sangat sehat, ada untung ada sangat untung.

Jadi sekali lagi… kalau mau jualan atau mau pengembangan bisnis lebih baik lakukan saja jangan banyak mikir….. ingat JANGAN BANYAK MIKIR cukup sedikit saja mikirnya habis itu langsung action.
 Salah satu bukti bahwa action lebih penting daripada mikir

Ada acara di Bekasi tanggal 12-13 Juni 2010 di Bekasi Square jam 9 pagi sampai sore yang bertema tentang Festival Wirausaha Bekasi dengan pembicara Bob Sadino, Ippo Santosa, Silih Agung Wisesa, Wahyu Saidi.

Dateng aja dan rasakan kentalnya aura wirausaha di Festival Wirausha Bekasi tersebut atau lihat di situsnya http://www.festivalwirausaha.com

Sekarang balik lagi ke pertanyaan diatas, duluan mana ayam atau telor…??
Kalau saya yang jawab, kalau telor dulu yang keluar maka langsung tak dadar buat campuran jualan nasi goreng dan kalau yang keluar ayam maka langsung tak tambah tepung buat jualan Fried Chicken……. sing penting JUALAN


http://rawiwahyudiono.wordpress.com
Read Post | komentar

Impian Anak Petani

Rabu, 19 Mei 2010


Berikut ini cerita tentang seorang anak petani miskin di sebuah sekolah dasar di australia di sebuah wilayah pedesaan yang cukup terpencil.

Beberapa puluh tahun yang lalu, disuatu hari saat anak ini sekolah, sang guru seni menyuruh anak didiknya untuk menggambar rumah impiannya, sangat tidak disangka anak petani miskin ini menggambar rumah yang sangat besar dan mewah. Dengan keyakinan tinggi si anak merasa bahwa gambarnya bagus dan layak mendapatkan nilai A, namun apa yang terjadi ? sang guru memberikan nilai F untuk gambarnya tersebut.

Anak tersebut memprotes sang guru, "Kenapa engkau memberikan aku nilai F padahal rumah yang ku gambar sangat bagus ?"

Sang guru menjawab, "Engkau terlalu menghayal! bagaimana mungkin engkau seorang anak petani miskin di desa kecil ini dapat memiliki rumah besar dan mewah seperti itu? sangat tidak masuk akal!!"

Rupanya anak kecil tersebut benar-benar kecewa dengan penilaian gurunya tersebut, namun dia tidak putus asa, kejadian ini membuat dia benar-benar berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya.

Di akhir cerita, terbuktilah bahwa anak petani di desa terpencil tersebut berhasil mewujudkan mimpinya, ia sekarang sudah menjadi pengusaha sukses dan berhasil membangung sebuah rumah besar dan mewah seperti yang dahulu diimpikannya.

Saat rumah tersebut selesai dibuat, ia mengundang teman-teman dan warga di sekitar rumahnya, termasuk gurunya yang dahulu memberikan nilai F untuk mimpi besarnya.

Sang guru hanya bisa terdiam dan tercengang saat melihat sebuah gambar yang sudah lusuh dalam sebuah pigura yang indah, sebuah gambar rumah besar dan mewah dengan nilai F, tulisan tangan sang guru.

Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah ini, jangan pernah berkecil hati jika orang-orang menertawakan mimpi-mipi Anda, jangan takut mengejar mimpi meskipun Anda dianggap sebagai orang gila. Jangan khawatir, hampir sebagian besar pengusaha sukses dan orang-orang hebat di dunia ini pernah dianggap gila oleh banyak orang.

www.pengusahamuslim.com
Read Post | komentar

Hendry Martin jadi Karyawan yang Sukses Berbisnis

Jumat, 14 Mei 2010

Kesibukannya sebagai professional di perusahaan telekomunikasi tak menyurutkan langkahnya untuk membesut usaha bengkel motor yang menjadi salah satu hobinya. Auto Clinic Dysha Motorsports (DMS), miliknya tak sekedar memberikan pelayanan servis, namun juga menciptakan produk otomotif yang inovatif. (Wahyuningsih Kurniawati)

 “Anda bisa memulai bisnis dari hobi”. Petuah seperti sering diutarakan oleh pebisnis yang sukses. Menurut mereka dari hobi, seseorang bisa menjalankan bisnis dengan sepenuh hati serta mengetahui secara detail usaha yang dijalankan. Itu pula yang dilakukan Hendry Martin. Ia mengakui bahwa ‘resep’ tersebut sudah terbukti manjur. Maka kendati ia tiap hari harus bergelut dengan bidang telekomunikasi, kegilaannya terhadap dunia otomotif tak pernah surut.

Untuk mewujudkan hobi serta ide-ide yang ada dalam benaknya, Martin, kemudian mendirikan DMS pada tahun 2003. Ia banyak mendengarkan keluhan customer yang datang ke bengkelnya. Dari situlah muncul ide inovatif untuk mewujudkan keluhan maupun masukan yang ia peroleh. Dengan dibantu tujuh orang karyawan pada workshop dan tiga orang pada produksi, Martin mencoba menelurkan produk baru yang inovatif.

Salah satu produk inovatif terbaru yang ia ciptakan yaitu generator versi ketiga, HHO. Martin menyebutnya hydrogen power saver, dimana teknologinya mampu mengoptimalkan kerja bahan bakar sehingga mampu menghemat hingga 80% bahan bakar. Martin mencontohkan, mobil yang biasa ia pakai yaitu Volvo seri 850, yang awalnya perbandingan bensin 1 liter untuk 5,3 kilometer, sekarang mampu 1 liter untuk 14,3 kilometer!
Produk ini cocok sekali melihat bahwa pemerintah akan menerapkan sanksi pidana terhadap kendaraan tidak lulus uji emisi yang akan dilakukan di tahun 2010. Uji emisi ini sendiri bermanfaat untuk mengetahui efektivitas proses pembakaran bahan bakar pada mesin dengan cara menganalisis kandungan karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang terkandung di dalam gas buang. Selain itu, uji emisi ternyata berguna untuk mengetahui adanya kerusakan pada bagian-bagian mesin kendaraan serta membantu saat melakukan setting campuran udara dan bahan bakar dengan tepat..

Martin menjamin, bahwa jika mobil yang menggunakan hydrogen power saver akan lolos uji emisi, termasuk pada mobil-mobil tua. “Sekarang ada uji emisi, rata-rata mobil tua susah lulus uji emisi, saya bantu bisa lulus uji emisi, saya warranty, cash back 100%. Kalau tidak lulus uji emisi saya balikin duitnya cash,” ujar ayah dari dua anak ini sembari menambahkan bahwa DMS yang ia tawarkan ini adalah sebuah teknologi.
Dysha Motor Sports 
Selain itu adapula DC booster, CDI stabilitzier DC/AC, electric stabilitzerAC/DC, hydrogen generator, relay lampu, sampai pada cairan yang mampu memandulkan karat tangki. Untuk cairan pemandul karat tangki ini, menurut Martin, hal ini dikarenakan setiap motor dan mobil tangkinya pasti melewati proses kimia (karatan,-red) tersebut. Apabila dicampurkan dengan cairan yang DMS racik, tangki yang sudah berkarat itu mandul dan tidak akan berkarat lagi.
Dalam menjalankan usahanya ini, Martin dibantu oleh istri dalam hal mengelola keuangan dan seorang tangan kanan dalam marketingnya. “Arahan-arahan saya langsung saya berikan sama dia (tangan kanan,-red). Dia itu tidak ada hubungan saudara. Murni professional, orang luar yang bekerja dengan saya lebih dari dua tahun, sudah bisa dipercaya,” ujar Martin yang mengaku memiliki kepuasan batin tersendiri dapat memperkerjakan orang lain.

Sebagai seorang karyawan yang sekaligus pengusaha, pria yang pernah menjalani usaha Multi Level Marketing (MLM) ini tak bisa sepenuhnya memantau 100% usahanya ini. Paling hanya weekend saja dia dapat turun langsung memantau usahanya ini. Tak pelak ia pun pernah merasakan kepahitan dalam usahanya ini. Martin di tipu orang yang ia percayai dalam mengelola bengkelnya ini. Tak mau hal itu menimpanya lagi. Maka sejak tiga tahun lalu, istrinyalah yang memegang penuh keuangan DMS.

Sejak awal berdiri sampai sekarang, DMS telah berkembang menjadi sebuah usaha yang mampu melebar tidak hanya bengkel saja, namun juga menjadi sebuah usaha produksi produk otomotif yang mampu menguasai pasar bahkan hingga mengekspor ke beberapa negara. Tak hanya itu, kini DMS pun telah memiliki franchise yang berada di Jawa Timur, Malang, Sumatera Barat, Bintaro dan akan menyusul di tahun 2010 di wilayah Pondok Gede. Keberhasilannya ini, tentunya tak lepas dari pola bisnis yang Martin kembangkan.

Untuk usaha bengkel franchise-nya ini, Martin mengatakan bahwa mereka yang berminat cukup membayar sebesar Rp 30 juta, dimana Rp 10 juta untuk administrasi, Rp 5 juta untuk software, dan Rp 15 juta franchise fee selama tiga tahun. Namun, di tahun 2010 ini Martin ingin menambahkan franchise fee menjadi Rp 10 juta untuk satu tahun. Untuk mekanik, Martin akan memberikan training gratis dan langsung praktek di bengkel DMS miliknya.
Dysha Motor Sports 
Meskipun berstatus karyawan, Martin tetap bisa mengatur waktu dalam menjalankan pekerjaan dan usahanya. Kuncinya terletak pada strategi yang ia terapkan dalam menjalankan usahanya ini yaitu dengan menyasar segmented market, selalu berinovasi dan membuat bisnis baru. “Misalnya sebelumnya usaha kita bengkel, sekarang kita sudah punya reseller, franchise. Jadi create open opportunity buat orang lain, supaya ikut mengembangkan,” ujar ujar pria kelahiran Padang, 22 Februari 1974 ini.

Dan dibawah payung CV Multiniaga Solusindo, Martin mengembangkan usahanya menjadi sebuah usaha yang bergerak di manufacture, distributor & general trading yang concern pada produk otomotif. Ia bersyukur bengkelnya mengalami pertumbuhan yang pesat. Selain sudah membuka cabang, bengkelnya dalam seminggu bisa didatangi 25-30 customer.

Kini DMS juga telah memiliki  agen/ reseller yaitu yang berada di Kebun Jeruk, Tegal, BSD Serpong, Rawamangun. Martin menuturkan terdapat juga agen kecil, tapi pemasarannya lewat komunitas. “Jadi ada salah satu teman pengurus dari BKRC, klub Kawasaki, klub Honda Revo, kita jual ke mereka dengan branded-nya mereka. Barang dari saya, tapi saya jual ke mereka dengan brand mereka. Misalnya klubnya BKRC, kita bikin barangnya BKRC performance boster, padahal dalaman alat ini sama dengan dalaman alat kita,” tutur pria lulusan Telekomunikasi Politeknik Andalas ini.

Hal ini ia terapkan karena ingin mengembangkan sebuah pola bisnis yang baru. Sehingga tak hanya brand tertentu yang beredar dipasaran, tapi juga brand lain dengan produk yang sejenis. Martin menuturkan ini supaya dapat me-maintance pasar. Jadi jika terjadi perang harga, barang yang ada dipasaran adalah barang dari dia juga

Untuk saat ini, Martin lebih mengembangkan bisnis franchise bengkelnya. Sedangkan untuk kedepannya, Martin tengah menyiapkan  pola khusus untuk majemenen MLM penjualan produk-produk buatannya yang akan di kemas dengan brand yang baru lagi dan mengembangkan usahanya ke bidang makanan, semacam bisnis ritel kaki lima, yang lebih menyasar ke harga yang murah tapi dengan kualitas makanan hotel bintang lima.

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda
Read Post | komentar

Waralaba Balon Udara

Perusahaan Anda butuh balon udara sebagai media iklan? Tak perlu pusing, karena terdapat jasa penyewaan dan penjualan balon uda secara ritel. Bahkan, PT BalonUdara Media Unggul mengembangkan pemasaran lewat konsep waralaba. 

Tampaknya media beriklan luar ruangan tak hanya didominasi papan billboard, spanduk, umbul-umbul banner maupun neon box. Media balon udara pelan-pelan mulai banyak diminati. Apalagi media tersebut cukup ampuh untuk mempromosikan berbagai jenis produk dan jasa. Dengan penempatan di udara cukup menarik perhatian ribuan pasang mata yang menyaksikannya.

Ketika papan billboard hanya memberikan tampilan dua dimensi, balon udara mampu menyuguhkan bentuk tiga dimensi dengan ukuran yang beragam serta bentuk-bentuk unik sesuai produk yang diiklankan. Misalnya, ketika sebuah produk minuman ingin beriklan. Maka dengan menggunakan balon udara bisa dibentuk berupa botol kemasan dari produk bersangkutan.

Keunggulan media balon udara sebagai tempat beriklan inilah yang dibidik oleh Hans T. Sebastian yang mendirikan PT BalonUdara Media Unggul. Ia tertarik menjalani bisnis penyewaan balon udara dan penjualan balon ritel karena meski pangsa pasarnya kecil tapi produknya tetap dibutuhkan. Terbukti, setelah empat tahun bisnisnya mulai berkembang. Bahkan pada tahun 1995,  Hans memutuskan untuk menerapkan konsep waralaba untuk BalonUdara.

Berbagai upaya ditempauh antara lain dengan mengikuti workshop franchise di Departemen Perdagangan, belajar prosedur dan hukumnya, setelah itu baru mulai aktif menawarkan balon udara sebagai franchise. Kini outlet BalonUdara sudah tersebar di Jabodetabek, Medan, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Balikpapan, Samarinda dan Manado dengan jumlah total 34 outlet.

Sebagai satu-satunya perusahaan penyewaan dan penjualan balon udara yang diwaralabakan, Hans tidak ingin memberatkan calon mitra dengan sederet persyaratan. Ia hanya menginginkan calon franchisee adalah orang yang berminat menjalani bisnis ini. Pasalnya, dengan modal yang tidak begitu besar dan harga bahan baku yang murah sedangkan omzetnya sedemikian tinggi maka bukan tidak mungkin akan jika banyak orang yang berminat untuk mengambil franchisenya.

Meski peluangnya besar, ternyata masih sedikit yang digolongkan berhasil. Penyebanya, selain   karena pemilik usaha kurang serius menjalaninya juga pengaruh faktor minimnya jaringan. Untuk itu Hans menyarankan agar calon mitra ikut training selama dua pekan agar bagi mereka yang baru mengenal bisnis ini, bisa segera memahami seluk-beluknya.

Kerjasama yang ditawarkan Hans terbilang menggiurkan. Karena franchise fee yang diminta tidak terlalu besar yakni sebesar Rp25 juta dengan masa kerjasama selama 5 tahun. Jika franchisee sudah memiliki jaringan BEP bahkan sudah bisa didapat dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan. Berdasarkan perhitungan Hans, omzet yang bisa diraup bisa mencapai Rp60 juta, itu pun franchisee sudah dibebaskan dari royalty fee.
Balon Udara 
Namun, Hans menekankan tidak semua franchisee bisa secepat itu meraih BEP. Jika dirata-rata keseluruhan calon mitra baru bisa balik modal setelah 18 bulan dengan omzet per bulan Rp20juta sampai Rp30juta. "Perbedaannya terletak dari keseriusan tadi, jika mereka tekun mengurusi usahanya kembali modal juga cepat," ujar Hans yang menjabat sebagai Direktur PT BalonUdara Media Unggul.

Jika franchisee yang serius menjalankan bisnis serta memutuskan untuk melanjutkan kembali kontraknya. maka Hans tidak memungut biaya perpanjangan kontrak. "Selama mereka sungguh-sungguh mengurusi usahanya kami tidak membebankan biaya macam-macam, hanya diwajibkan beli material saja. Jika mitra sukses kami juga ikut bangga," tambah Hans. BalonUdara hanya mewajibkan franchisee rutin membeli produk dari franchisor. Jadi, ketika bergabung calon mitra dikenakan biaya sekitar Rp35juta  dengan perincian Rp25juta sebagai franchise fee, Rp6juta sebagai biaya untuk stok bahan baku dan sisanya digunakan sebagai biaya pembelian bahan baku tambahan serta biaya mencarikan franchisee lokasi yang strategis.

Bisnis yang dibangun Hans dengan bermodalkan uang sebesar Rp300ribu serta sebuah balon udara 18 tahun silam itu dijalaninya dengan menerapkan sebuah komitmen “Menciptakan pembeli sekali, menjadi pelanggan seumur hidup”. Maka tak usah heran jika konsumen BalonUdara adalah para pelanggan yang setia. Karena itulah Hans tak pernah khawatir akan kehilangan pelanggan meski bisnis serupa kini mulai marak. Merek BalonUdara yang sudah dikenal luas menjadi nilai plus tersendiri.

Dalam bisnis, persaingan adalah sebuah keniscayaan. Maka, Hans pun tidak mengharamkan adanya persaingan "Kompetitor tetap ada bahkan ada juga perusahaan yang jauh lebih besar dan lebih dulu berdiri," kata pria kelahiran Jakarta 6 Agustus 1961. Namun, Hans punya cara jitu menyaingi langkah para kompetitornya. Yakni terus memberikan inovasi dan meningkatkan distribusi. Untuk itu ia menargetkan dalam sebulan ada dua calon mitra yang bergabung, teruitama mitra dari daerah.

"Ketika perusahaan jasa penyewaan balon udara hanya memiliki sedikit cabang sehingga sulit menyentuh konsumen di pelosok daerah, BalonUdara bisa mengatasinya. Untuk itulah saya terapkan sistem waralaba sehingga konsumen tidak kesulitan mencari jasa sewa balon udara. Misalnya mesin Hans T. Sebastian, PT BalonUdara Media 
Unggul ATM (Automatic Teller Machine) dari sebuah bank yang begitu banyak tersebar, otomatis akan memudahkan nasabahnya," papar Hans. Memang dengan menyebarnya cabang BalonUdara di berbagai daerah, akan memudahkan konsumen menggunakan jasanya. Strategi inilah yang belum dilirik perusahaan besar penyewaan balon udara. Sehingga boleh dikatakan meski pangsa pasarnya hanya 1% sampai 2% saja, BalonUdara tetap eksis ditengah ketatnya persaingan penyewaan dan penjualan balon udara.

Banyak perusahaan ternama dengan merek-merek terkenal memakai jasa BalonUdara untuk mengiklankan produknya. Sebut saja, Dancow yang setia menjadi pelanggannya, belum lagi bank-bank tersohor seperti Bank Mandiri, HSBC sampai perusahaan iklan Matari mempercayakan BalonUdara mengiklankan brand mereka. Tak hanya sampai disitu jasa BalonUdara dimanfaatkan, untuk penjualan balon lateksnya, produk BalonUdara digunakan sebagai media berkampanye sejumlah partai politik. Balon lateks tersebut dicetak lambang partai tertentu dan digunakan sebagai souvenir kampanye.

Produk dari BalonUdara memang tak hanya balon yang menggantung di udara saja tetapi ada berbagai macam jenis sesuai permintaan konsumen. Seperti balon dekor yang banyak digunakan sebagai hiasan ruangan untuk pesta. Balon buket sebagai hadiah pengganti kartu ucapan atau balon remote control yang biasa digunakan di pameran-pameran atau even semacam Indonesian Idol. "Kegunaan produk kita memang tak sebatas balon udara tetapi kita melayani sampai 11 jenis salah satunya balon permainan anak-anak berbentuk labirin atau arena jumping yang biasa ditemukan di mal-mal," pungkasnya.
 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda
Read Post | komentar

Resep Sehat Tanpa tergantung Obat

Kamis, 22 April 2010

( Dari Majalah “PESONA” Maret 2010, Halaman 80 -- 82 )

Ia mendidik pasiennya agar mengubah gaya hidup. Prinsipnya, pasien harus punya otonomi terhadap tubuh sendiri.

Cobalah berkunjung ke klinik dr. Tan Shot Yen diwilayah Bumi Serpong Damai pada pukul 11 dihari kerja. Anda akan melihat dr. Tan menghadapi beberapa pasien. Sekilas, Anda mungkin berpikir dokter sedang marah-marah. Padahal ia sedang menjelaskan tentang gaya hidup sehat pada pasien barunya. Pasalnya, memang begitu gaya dr. Tan, menjelaskan dengan suara keras. Bila kita simak ucapannya, semua yang dijelaskannya sangat penting dan membukakan mata.


“Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu ‘bagaimana’. Bagaimana caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan, menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma tanya ‘bagaimana’, Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?” urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya. “Saya mau pasien yang taking ownership of their own body. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu menyuruh ini-itu? Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda.” Wah, dokter yang satu ini tampaknya memang lain dari yang lain.

Mendorong Gaya Hidup Sehat

Perbedaan mencolok dr. Tan dibanding dokter lain pada umumnya adalah ia tidak mudah memberi obat. Rata-rata pasien yang keluar dari ruang prakteknya tidak menggenggam resep. Kalaupun ada resep, biasanya hanya vitamin dan omega-3, tergantung kondisi pasien.

“Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya ‘sakit apa’ lalu berkata ‘ini obatnya’? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskan asal usul penyakit. Pasien juga bego, padahal dia harusnya memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya,” jelas dr. Tan.

Sebagai ganti resep, dr. Tan memberikan pencerahan tentang gaya hidup sehat yang harus dijalani setiap orang. „Saya yakin semua dokter tahu bahwa diabetes, stroke, dan kanker adalah penyakit gaya hidup. Tapi pertanyaannya, seberapa jauh seorang dokter mau fight untuk memperbaiki gaya hidup pasiennya? Karena, penanganan pertama pasien seharusnya perubahan gaya hidup. Bila gagal, baru obat-obatan boleh dicoba.”

Dr. Tan mencontohkan, pasien yang sakit lutut akan disuruh minum obat, dioperasi, atau diganti tempurung lututnya. Padahal, titik beratnya adalah bobot tubuhnya. Jika si Pasien mengubah pola makan dan gaya hidup, berat badannya susut dan keluhan lututnya akan hilang. “Ibaratnya, mobil Mercedes pasti turun mesin kalau diisi bensin bajaj. Coba ganti dengan bensin super, pasti larinya kencang.”

Perubahan pola makan yang dianjurkan dr. Tan mungkin terdengar ekstrem. Ia mengimbau pasiennya untuk berhenti mengonsumsi gula, terigu, nasi, dan pati (singkong, kentang, ubi, jagung, talas). Pasalnya, di dalam tubuh, jenis makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam. Benar, manusia butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat empat jenis makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan kenaikannya. Bersama insulin, keluar pula hormon eicosanoid buruk. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh ‘memelihara’ bakteri, jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri.

Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: satu ikat selada mentah atau dua cangkir brokoli setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah avokad, apel, atau pear. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang tersimpan menjadi lemak. Kadar gula darah sebelum dan sesudah makan pun rata-rata sama. Dan, hormon eicosanoid buruk takkan keluar sehingga tak mengundang penyakit. ‘Menu’ ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah dengan berbagai cara, asal tidak ditumis atau digoreng.

“Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah mengandung enzim dengan life force energy yang penting buat tubuh. Inilah pola makan asal yang sesuai fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Nenek moyang kita makan sayur dan buah tapi mereka kuat mendaki gunung danm berburu.”

Sakit adalah Introspeksi
Hal lain yang menarik dari dr. Tan adalah gelar M. Hum. Gelar itu didapat setelah ia mengambil pascasarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, tahun lalu. Menurutnya, kuliah S2 filsafat membuatnya memahami manusia secara mendalam dan holistic. Ia juga jadi mengerti ‘dosa ilmu kedokteran’ tentang mekanisasi tubuh manusia.

“Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama setelah ditemukannya alat pacu dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah. Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh, emosi dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin. Kalau ada yang salah, kita pergi kebengkel. Dan, rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter punya arogansi profesi. Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa benar,” tuturnya lugas.

Dr. Tan juga menyayangkan bila manusia zaman sekarang mati-matian melawan dan menolak sakit. Padahal, sakit adalah jalan untuk lebih memahami bahwa manusia tak selamanya diposisi atas.

“Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh kebelakang. Apa yang ‘jalan’ dan ‘nggak jalan’ selama ini? Nah, menjadi sembuh adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Tapi bagaimana pasien bisa introspeksi bila tak dibimbing menemukan kesembuhannya dan hanya dininabobokan oleh obat? Dunia yang mati rasa dan tak mau mengalami sakit adalah dunia yang melarikan diri, mengingkari diri sendiri,” lanjutnya.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya, obat dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk mendapatkan penghasilan lebih yang tak perlu demi obat. Lihatlah berapa banyak orang yang harus berusaha mati-matian demi keperluan berobat salah satu anggota keluarga.



Selalu Ingin Jadi Dokter

Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan lulus Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Sebagai siswi yang selalu mendapat nilai cemerlang dalam ilmu eksakta, menjadi dokter merupakan impiannya sejak dulu. Baginya, dibidang kedokteran, cara pikirnya yang eksakta bisa menemukan ‘kemanusiaannya’. Dalam diri pasien, ia menemukan benang merah antara fisik, emosi dan spiritual.

Ketika baru menjadi dokter, saya juga ngaco. Sekadar memberi obat pada pasien. Lama-lama saya pikir saya cuma perpanjangan pabrik obat,” kenangnya. Lalu ia pelan-pelan lebih menggunakan gaya hidup sehat. Perubahan ini dipicu oleh ayahnya, dr. Tan Tjiauw Liat, tokoh inspiratif yang membuatnya maju untuk melihat apa sebenarnya kebutuhan manusia.

Melihat begitu berapi-apinya dr. Tan saat memberikan pencerahan gaya hidup pada pasien, siapapun mungkin akan bertanya ‘apa tidak capek?’. “Lebih capek mana dibandingkan dokter yang ditunggangi perusahaan obat dan makanan? Saya mendapat energi bila melihat pasien sembuh. Mereka memegang kendali atas hidup mereka, tidak dibohongin dokter, dan tidak tergantung obat,” jawabnya.

Dr. Tan mengakui, sepak terjangnya kerap dipandang sebelah mata oleh koleganya. “Ada yang bilang saya idealis, bahkan mission impossible. Tapi saya yakin, dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa perubahan gaya hiduplah jawabannya. Masalahnya, mereka sendiri tidak menjalani gaya hidup itu. Ini membuat saya sebal. Kalau mereka merasa tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, jangan mengecilkan pasien dengan menganggap pasien juga takkan bisa. Pasien yang sudah parah dikasih obat apapun pasti mau. Apalagi cuma disuruh ganti nasi dengan sayur.”




Keluarga terpengaruh


Pola makan asal yang meniadakan gula, trigu, nasi, pati dan susu yang dijalani dr. Tan juga dilakukan oleh suami – Henry Remanleh – dan anak tunggalnya, Cilla. Menurut dr. Tan, mereka tidak menjalaninya karena terpaksa, tapi karena merasakan manfaatnya. “Putri saya 17 tahun, kadang terpengaruh pola makan temannya. Dia lalu mengeluh susah konsentrasi atau pencernaannya terganggu. Setelah itu dia back on track. Dia sudah mengonsumsi raw food sejak SMP atas pilihan sendiri. Anak itu mencontoh orang tuanya. Jangan harap anak makan dengan baik kalau Anda sendiri ambur adul.”

Suaminya, Henry, adalah kinesiologis yang berkutat dengan masalah gerak dan pengaruhnya terhadap aspek kehidupan manusia. Henry juga instruktur brain gym. Ia berpraktek ditempat yang sama. Dr. Tan sangat menghargai pekerjaan suaminya karena memberdayakan masyarakat. “Brain gym terbukti bisa meningkatkan konsentrasi. Dengan pola makan sehat sejak kecil dan gerakan olahraga terstruktur, Anda tak perlu lagi minum obat,” katanya tegas.

Selain sibuk berpraktik dan menjadi pembicara talkshow, dr. Tan menjadi contributor untuk taboid dan majalah kesehatan. Selain itu, ia mengisi waktunya dengan membaca dan membuka jalur continuing medical education melalui internet. Karena itu, info dan data jurnal ilmiahnya selalu up to date – disamping buku-buku terbaru pemberian ayahnya.

Ia menjalani pilates, terkadang berenang, dan sesekali bermain piano. Kini ia sedang mengumpulkan kisah-kisah kamar praktek untuk dijadikan tulisan inspiratif agar para dokter memandang pasien lebih dari sekumpulan diagnosis.

Wah, sepertinya semangat dalam tubuh mungil ini seolah melonjak-lonjak dan tak pernah padam. Maju terus dr. Tan! .....

saduran Djohan Arifin
Read Post | komentar

Tahukah Engkau Wahai Para Wanita

Rabu, 14 April 2010


Artikel ini menggambarkan pertanyaan dalam benak setiap wanita di zaman sekarang ini. Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja penuturan dibawah ini:

1. Wanita : Auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita : Perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita : Saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita : Menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita : Perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6. Wanita : Wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.

7. Wanita : Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita : Kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Itu sebabnya,
Mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "KEMERDEKAAN WANITA".


Tapi, pernahkah kita lihat ada rahasia apakah di balik (kenyataannya) itu  ?

1. Wanita,  Ibarat benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik, karena sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang WANITA.

2. Wanita,  perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita,  menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita,  perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Wanita,  Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Wanita,  Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yangdisukainya, cukup dengan 4 syarat saja,yaitu: Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Wanita, Seorang Lelaki, wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fi sabilillah.

Demikian sayangnya ALLAH pada wanita... ?!!
Yakinlah, Bahwa ALLAH sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia.
Untuk itu Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu terhadap isteri.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah! Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban Agamamu, niscaya surga menantimu... Amin.

ARDHIANSYAH
Creative & EO
HP : 081331 674 800

kiSEL Wilayah Jawa Timur
Jl. Gentengkali No. 71 Surabaya
Telp. 031-5344282 Fax. 031-5344267
Read Post | komentar

Ramuan Bisnis Orang Tionghoa

Kamis, 18 Maret 2010

Kesuksesan orang Tionghoa dalam mengelola toko kerap membuat kita penasaran. Di buku ini ramuan bisnis orang Tionghoa dibeberkan.

Kesuksesan toko yang dimiliki orang Tionghoa bukan karena kebetulan. Namun di buku Rahasia Sukses Toko Tionghoa ini, ramuan bisnis mereka dicoba untuk dikuak.

Kenapa toko di sekitar lingkungan Anda, di pelosok kota hingga pusat perbelanjaan, didominasi orang Tionghoa sebagai mata pencaharian utama mereka. Kenapa mereka bisa sukses dalam bisnis membuka toko?

Di buku inilah, Istijanto Oei menjawab pertanyaan itu dengan menyingkap rahasia sukses orang Tionghoa. Termasuk pengalamannya sejak kecil bareng orang tuanya saat melakoni bisnis toko elektroniknya.

Isi buku ini lebih bersifat praktis dan bisa Anda tiru. Tak perlu mengerutkan dahi akibat teori bisnis yang njlimet.

Di buku "Rahasia Sukses Toko Tionghoa" ini akan menjawab deretan pertanyaan seperti:
Bagaimana orang Tionghoa mendapatkan modal?
Bagaimana orang Tionghoa menetapkan tiga keputusan utama?
Bagaimana orang Tionghoa memilih lokasi toko?
Bagaimana orang Tionghoa mengatur tata letak (lay out) di dalam toko?
Bagaimana orang Tionghoa mengelola pelanggan?
Bagaimana orang Tionghoa mengelola barang dagangan?
Bagaimana orang Tionghoa mengelola Layanan?
Bagaimana orang Tionghoa memperoleh barang dagangan?
Bagaimana orang Tionghoa menetapkan harga?
Bagaimana orang Tionghoa mempromosikan tokonya?
Bagaimana orang Tionghoa mengoperasikan toko sehari-hari?
Bagaimana orang Tionghoa mengatur keuangan toko?
Bagaimana orang Tionghoa membuat laporang keuangan toko?
Mencari penyebab Toko yang sepi

Bagaima komentar dari yang sudah membaca buku ini? Andi F. Noya, Host Acara Kick Andy Metro TV yang ngetop itu bilang, "Luar Biasa! Dengan bahasa yang lugas dan mudah diikuti, buku ini membongkar rahasia bagaimana orang Tionghoa sukses membuka toko. Rahasia yang dapat kita praktikkan dalam kehidupan kita."

Bahkan, CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo mengatakan, "Membaca buku ini memberikan semangat, motivasi, dan inspirasi untuk menjadi 'majikan'. Buku ini tidak hanya menyajikan konsep dan teori tetapi juga implementasi dan eksekusi."
Nah, Anda tertarik meniru ramuan bisnisnya? Tidak ada salahnya, bukan?
Read Post | komentar

Buah Kebijakan MATSUSHITA

Jumat, 12 Maret 2010


PanasonicDampak dari krisis global ekonomi sampai saat ini masih terus terasa. Pengaruhnya terhadap cara hidup luar biasa besarnya. Kalangan atas berguguran, kalangan menengah ke bawah pontang-panting. Kerusakan yang ditimbulkannya tidak dapat diragukan lagi.


Pada tahun 1929 pernah terjadi ‘depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu General Motor terpaksa mem-PHK separuh dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut. Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.


Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual. Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerk National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo.

Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang di masa kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja selama 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernafas. Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya?


"Kurangi produksi separuhnya, tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang."


Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri. Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, ia memikirkan kelangsungan hidup anak dan istri dari para karyawannya, dan ia berhasil menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut. Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis 16 tahun kemudian. Hasil itu didapatkannya dari para karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri.


Ketika Perang Kedua II berakhir, Jendral Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang. Pada kurun waktu 1930-an, para pengusaha Jepang termasuk Matsushita mendapatkan tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan logistik militer lainnya. Maka Matsushita pun ikut ditangkap.


Konosuke MatsushitaSekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita!!! Jendral McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita. Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita.


Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun. Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita, Presiden Amerika Serikat saat itu, George Bush senior pun turut berduka.


Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan. Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun ia membutuhkan uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan.
Itulah sebabnya Matsushita tidak pernah menggigit orang, main curang atau merebut jatah orang lain. Matsushita yakin bahwa kalau kita tidak jahat dan terus berbuat baik maka kejahatan akan menjauhi kita dan kebaikan akan melindungi kita. Bagaimana dengan kita? Sudah cukup baikkah kita hari ini?


As long as we have memories, yesterday remains...
As long as we have hope, tomorrow awaits...
As long as we have friendship, each day is never a waste.


Sumber: Motivasi Keeboo.Corp via www.jawaban.com
Read Post | komentar
 
© Copyright JAWA TIMURAN 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all